A password will be e-mailed to you.

Seni konseptual lahir sekitar tahun 1960-an, bersamaan dengan gerakan anak muda di Amerika yang menolak perang Vietnam, diskriminasi rasial, dan hal lainnya yang membelenggu kebebasan yang kemudian menjadikan perubahan kebudayaan di Amerika.

Salah satu seniman konseptual yang mengemuka pada saat itu adalah Joseph Kosuth. Karyanya berjudul One and Three Chairs yang dibuat pada tahun 1965, terpampang dengan karya seni lainnya di museum Modern Art. Karya konseptualnya itu terdiri dari tiga kursi dengan komposisi: kursi kayu itu sendiri, foto dari kursi tersebut, dan pengertian kursi yang diambil dari kamus.

Seniman konseptual lainnya bernama Douglas Huebler lebih terkenal dengan pernyataannya pada tahun 1969, yaitu The world is full of objects, more or less interesting; I do not wish to add any more.

Konseptual sebagai sebuah karya sastra baru berkembang tahun 2000-an. Apabila melihat perkembangannya di Amerika, istilah conceptual writing tersebut baru dibakukan di tahun 2003. Salah seorang pencetusnya bernama Kenneth Goldsmith, seorang profesor sastra di Universitas Pennsylvania. Salahsatu bukunya berjudul Agaisnt Expression menghadirkan sejarah perkembangan sastra konseptual—khususnya puisi—yang menunjukkan bahwa penulis-penulis sebelumnya pun telah menghasilkan puisi konseptual di antara karya-karyanya yang lain. Ekpresi adalah emosi. Nonekspresif lebih terlihat intelektual dibandingkan dengan yang ekspresif, yang emosional. Oleh karena itu, melawan ekspresif dilakukan dengan maksud menghadirkan intelektualitas dan mengesampingkan emosionalitas.

Sebut saja misalnya Luis Aragon. Salah satu puisi konseptualnya berjudul Suicide ditulis pada tahun 1920, yang berisi alfabet a hingga z dengan tipografinya tersendiri. Hal yang sama di Indonesia dilakukan pula oleh Afrizal Malna dalam puisinya berjudul Mitos Mimesis.

Suicide

abcdef
ghijkl
mnopqr
stuvw
xyz

(Luis Aragon, 1920)
mitos mimesis

a     b     c     d     e
f     g     h     i     j
k     l     m     n     o
p     q     r     s     t
u     v     w     k     y
                        z

(Afrizal Malna, 2015)

Adapun puisi konseptual yang dianggap telah menjadi kanon di Amerika adalah Day karya Kenneth Goldsmith. Buku setebal 600 halaman ini merupakan hasil mengetik ulang dari satu edisi koran New York Times 1 September 2000. Buku Day diterbitkan pada tahun 2003 oleh penerbit  The Figures. Melalui puisi konseptual, Goldsmith mencetuskan teknik penulisannya sebagai penulisan yang tidak kreatif (uncreative writing), bahkan menjadi matakuliah yang ditawarkan di tempatnya mengajar. Berikut ini salah satu puisi Goldsmith dalam buku Day yang dikutip dari Poetryfoundation.org.

      Metropolitan Forecast

      D8 l the new york times tuesday, september 11, 2001

      Metropolitan Forecast
      today Less humid, sunshine
      High 79. Noticeably less humid air will filter into the metropolitan region on. Brisk
winds from the northwest. High pressure building east from the Great Lakes will promote
mainly sunny skies. Daytime readings will peak in the lower 80’s.
      tonight Clear, lighter winds
      Low 62. Skies will be clear overnight as high pressure crests near the Middle Atlantic
Coast. Humidity will remain low, and temperatures will fall to around 60 degrees in many
spots.
      tomorrow Mainly sunny
      High 76. Sunshine and just a few clouds will fill the sky. Breezes will turn and blow
from the south ahead of a cold front approaching from Canada.

Kalau melihat kembali ke sastra Sunda, Anda boleh tidak percaya bahwa sebuah roman bertitimangsa 1924 sudah menggunakan teknik cut-up dari klipingan berita koran yang teksnya berinteraksi dengan tokohnya. Di Barat, Teknik ini terkait erat dengan seni dada, dan juga sastra beat di Amerika, serta kemudian sastra konseptual. Pegiat sastra Sunda hari ini, Toni Lesmana pun pernah menghasilkan puisi konseptual:

Sasajakan Fefesbukeran 

Manggih Ali Mifka gumalindeng
Lir sufi nu langgeng kapengpeongan cahaya,
Aya nu anteng Ninunan Bulan bari ngarumbaykeun ruhay duriat
Kami nyulusup tina sujud Sireum Hideung kana gelebug Angin Peuting
Neang imut gusti nu kaberok ku rante internet
Sok ngagebray kalangkang sajorelatan
Mangsa Kang Budi Rahayu ngagandeuang dipayung imut
Pareng Baba Gibson ngarajahkeun catetan simpe,
Atawa Teh Endah ngaronce burisat kembang api pikiran,
Ambuing, najan surti cucukrungkang salawasna ngungudag ringkang
Kami tuluy sumelendep kana liuh
Kalimah Fawzy Imron, malar ibun renung deui kana kalbu

Ah, mun peuting kari lintingan mendung
Pradewi sok ngagebretkeun hujan kapeurih
Rian rugah-regeh ngabaladah leuweung implengan
Kami purat-perot nyeungeut gerentes
Kasubuhnakeun, ngararampa genclang harewos Kang Deden
Nu lir reumis na tungtung eurih
Balebat sok ngebat sakedapan netelakeun Uwa Wahyu
Keur anteng ngasah peso, teu kabade genggerong
Langit mana anu di incer. boa langit sarerea,
Harita, Om Joe rerencepan nyimbutan panyumputan
Mentang-mentang jamparing pangusik saban detik
Rungseb kamana-mana, kamamana. Kami lir bisma
Nu ngitung jamparing na raga sorangan

Kang Godi, moal boa lalampahan bakal tuluy manjang
ngigelan letah nu lumpat kana tungtung ramo,
Palangsiang manggih jalan anyar
Sorangeun mun pareng sorangan asa ngarangrangan
Nyeuseup mangpirang basa nu ngarongheap
Juringkang nu hamo kadongkang
Sabada saban situs lalukutan

Sastra konseptual adalah gejala global, di mana para penyair konseptual berkembang di berbagai belahan dunia. Setiap penyair tentu memiliki karakternya masing-masing. Saya dan beberapa orang lainnya berharap di kemudian hari dapat mendokumentasikan perkembangannya di sastra Sunda.

Kenapa memilih kata konseptual bukannya gagasan? Mari kita lihat apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata konsep di dalam KBBI:

konsep/kon·sep/ /konsép/ n 1 rancangan atau buram surat dan sebagainya; 2 ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret: satu istilah dapat mengandung dua — yang berbeda; 3 Ling gambaran mental dari objek, proses, atau apa pun yang ada di luar bahasa, yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain mengonsep/me·ngon·sep/ v membuat konsep (rancangan);    

Sehingga menghadirkan konseptual tersebut tidak dibingungkan dengan istilah puisi gagasan atau novel gagasan ataupun sastra gagasan. Meski terlihat, terkesan, dan terdengar remeh, namun proses pengerjaannya tidak berjalan sekejap. Misalnya untuk buku Day. Proses mengetik ulang yang dilakukan oleh Goldsmith dari The New York Time menghabiskan waktu selama satu tahun. Sedangkan untuk bukunya yang berjudul Capital (Verso, 2015) Goldsmith menghabiskan waktu selama sepuluh tahun untuk mencari di perpustakaan yang berkaitan dengan New York, meskipun buku tersebut hanya berisi kutipan dari berbagai sumber tentang New York. Seperti berikut ini:

If, as Walter Benjamin said, the capital of the nineteenth century was Paris, then the 
capital of the American Century was New York.

Shefter, p. 1

Skyscrapers and swing, action painting and modern dance, Beat poetry and Pop art,
Partisan Review and West Side Story, the Living Theater and the Guggenheim
Museum: if Paris was, in Walter Benjamin’s famous phrase “the capital of the
nineteenth century,” then New York surely has become the capital of the twentieth.

Wallock, p. 9

New York is not a capital city—it is not a national capital or a state capital. But it is
by way of becoming the capital of the world.

White, Here, p. 55

Penyair konseptual dari Kanada, Christian Bök (New Yorker, 2015), mengatakan ada empat cara untuk menjadi penyair. Pertama, penyair liris yang mengekspresikan pikiran atau perasaan. Kedua, menulis dengan apa yang dipikirkan pertama kali, karena menurut Allen Ginsberg, hal yang dipikirkan pertama kali adalah hal yang terbaik—karena merupakan ledakan perasaan yang tidak bersifat meditatif. Ketiga, penyair yang mengunakan intention (niat) atau perencanaan di mana para penyair ini menggunakan batasan-batasan dalam karyanya. Dan yang keempat adalah apropriasi, yaitu memberikan bentuk baru pada teks yang sudah ada sebelumnya.

Betul sekali bahwa apropriasi adalah kunci penting dalam sastra konseptual. Bahkan Goldsmith tidak mengimani hak cipta. Baginya, plagiariasme harus dilakukan dengan cara yang terbaik. Apa yang dilakukan Goldsmith adalah tindakan puitik, di mana semua hal yang dihasilkan oleh penyair adalah puisi. New York adalah kota besar di mana Goldsmith menetap, setiap hari ia menemukan puisi di mana-mana, dan yang perlu dilakukan sebagai penyair hanya menangkap dan membingkai ulang.

Proses penulisan seperti ini tentu mendapat tentangan dan tanggapan dari penyair liris Amerika lainnya. C.K. Williams bahkan seperti alergi dengan puisi konseptual, dan sangat keberatan jika itu disebut sebagai puisi. Sedangkan Marjorie Perloff merasa apa yang dilakukan oleh Goldsmith adalah sebuah kebodohan dan menurutnya menjijikkan. Akan tetapi, Perloff tak menyangkal bahwa banyak mahasiswanya yang menyukai puisi konseptual Goldsmith, terutama terhadap Day.

Meski demikian, Kenneth Goldsmith mendapati sebuah insiden yang berpengaruh terhadap dirinya, baik itu dari metode dan teknik dalam konseptual ataupun uncreative-nya, atau bahkan persoalan plagiasi dalam karya-karyanya. Penolakan terhadap Goldsmith mencuat pada tahun 2015 saat dirinya membacakan puisi berjudul Tubuh Michael Brown di Universitasr Brown, yang isinya tentang laporan otopsi dari Michael Brown. Protes kemudian datang dari berbagai arah, seperti misalnya beberapa penyair dan akademisi sastra non-kulit putih di Amerika.   

Hal ini disadari Goldmsith, bahwa puisi konseptual bisa sangat powerfull dan memprovokasi masyarakat. Meskipun bayaran sebesar $500 yang diterimanya di Universitas Brown kemudian disumbangkan seluruhnya kepada Hands Up United—sebuah lembaga yang menyelidiki kematian Michel Brown, hal ini tak menyurutkan kritik tajam terhadap dirinya. Juga pernyataannya yang mengatakan bahwa laporan medis Michael Brown adalah bukan puisi, dan merupakan tembok besar yang dibangun oleh supremasi kulit putih, tetap saja kritikan semakin tajam datang kepadanya.

Serangan terhadap puisi konseptual, yang pada awalnya datang dari penyair liris, kemudian juga datang dari penyair non-kulit putih Amerika. Selain Goldsmith, Vanessa Place penyair Konseptual Amerika juga mendapat serangan dari Craig Santos Perez, terkait dengan bagaimana rasialisme terbangun di dalam kesusastraan Amerika, misalnya berbagai perguruan tinggi di Amerika masih sedikit mempekerjakan penyair kulit berwarna dibandingkan kulit putih. Bahkan Perez mengkritik perhelatan Konferensi Puisi Berkeley yang menempatkan dirinya sebagai pembicara cadangan untuk menggantikan Vanessa Place—yang kehadirannya dibatalkan karena Place mendapatkan protes. Meski sebenarnya Perez paham dan memaklumi bahwa puisi konseptual yang dibangun, baik itu oleh Place maupun oleh Goldsmith, bukan berasal dari dirinya,  

Hal ini menunjukkan bahwa ketika puisi konseptual mengambil dari apa yang terjadi di masyarakat, itu adalah respresentasi dari suara-suara. Atas insiden tersebut, tahun 2015 dianggap sebagai waktu kematian puisi konseptual di Amerika, akibat dari anggapan dominasi kulit putih di dalamnya (puisi konseptual). Namun pada akhirnya ini menjadi alasan munculnya puisi postkonseptual. Masalah rasial yang mencuat itu sebetulnya tidak sepenuhnya benar. Pada ubuweb yang digagas Goldsmith—website yang mendokumentasikan avant garde dari seluruh dunia—dapat kita lihat berbagai ragam puitik dari musik hingga etnopuitik yang berasal dari segala penjuru dunia. Misalnya etnopuitik dari tari kecak yang dianggap sebagai avant garde. Bahkan di sana ada dokumentasi karya musisi jazz negro yang dianggap dewa jazz oleh Jack Kerouc, yaitu Gaillard Slim, dan juga penyanyi eksperimental jazz dari republik Tuva bernama Sainkho Namtchylak.

***

Di era sekarang ini sepertinya tidak perlu datang langsung ke Amerika untuk menyerap sastra kontemporer di sana—kecuali memang ada banyak simpanan uang di bank atau warisan melimpah dari mertua yang kaya raya: bolehlah berlibur dan menimba ilmu langsung di sana. Sebab, dari website, youtube, libgen, facebook, twitter, blog, instagram, dll., kita bisa mempelajarinya dalam sekali klik saja. Meski kemudian apa yang diklik atau dipindahkan filenya itu banyak yang teronggok, tidak terbaca dan hanya ikut memenuhi ruang penyimpanan file kita saja.

2019