A password will be e-mailed to you.
telah kubakar seratus tahun kesunyian[1] 
hantu adalah kenangan[2], di tepi rawi[3], apa lagi
mencatat demam[4], pada debar akhir pekan[5]
situasi yang tak menyenangkan[6]
tiang hitam belukar malam[7]

kurobek dan kubuang ke api ontosofi ibn’arabi[8] 
kepala-kepala di pekarangan[9], cantik itu luka[10] 
kartu pos dari bandaneira[11], ludruk kedua[12] 
badrul mustafa badrul mustafa badrul mustafa[13]

menjadi lebu dan arang 
memeluk kehilangan[14], museum masa kecil[15] 
mana putih dan mana ajal[16], risalah mainan[17] 
samaran[18], batu yang dililit ari[19] 
berlatih solmisasi[20], ekaristi[21], abad yang berlari[22] 
alangkah tolol patung ini[23], ayat-ayat api[24] 
bakat menggonggong[25], maliun hawa[26], magma[27] 
bau betina[28], sakuntala[29], kitab maulana[30]

adalah asap yang dipelintir angin 
sesaji senyap[1], bahasa dan hukum[2], sérah[3] 
perawi rempah[4], perawi tanpa rumah[5] 
di ampenan, apa lagi yang kau cari?[6] ibu susu[7], gentayangan[8] 
efrosina[9], melihat api bekerja[10], di celana[11] 
raden mandasia si pencuri daging sapi[12], kelenjar nira[13] 

padam: lenyap di luar kata[14], negeri daging[15] 
di dalam rahim ibuku tak ada anjing[16] 
kitab suci digantung di pinggir jalan new york[17] 
apa saja apa pun; segala-galanya bengkok

2019


[1] Gabriel Garcia Marques, Seratus Tahun Kesunyian;One Hundred Years of Solitude (Bentang, 2007).

[2] Rifki Syarani Fachry, Hantu adalah Kenangan (Kentja Press, 2018).

[3] Lutfi Mardiansyah, Di Tepi Rawi (2018).

[4] Willy Fahmy Agiska, Mencatat Demam (Kentja Press, 2018).

[5] Rendy Jean Satria, Pada Debar Akhir Pekan (Basabasi, 2018).

[6] R. Abdul Aziz, Situasi yang Tidak Menyenangkan (Kentja Press, 2018).

[7] Kriapur, Tiang Hitam Belukar Malam (Forum Sastra Bandung, 1996).

[8] Fahmy Farid Purnama, Ontosofi Ibn ‘Arabi (Aurora, 2018).

[9] Toni Lesmana, Kepala-kepala di Pekarangan (Gambang, 2015).

[10] Eka Kurniawan, Cantik Itu Luka (Penerbit Jendela, 2002).

[11] Zulkifli Songyanan, Kartu Pos dari Banda Neira (Gambang, 2017).

[12] Dadang Ari Murtono, Ludruk Kedua (Basabasi, 2017).

[13] Heru Joni Putra, Badrul Mustafa, Badrul Mustafa, Badrul Mustafa (Nuansa Cendekia, 2017)

[14] Faisal Syahreza, Memeluk Kehilangan (Exchange, 2016).

[15] Avianti Armand, Museum Masa Kecil (Gramedia, 2018).

[16] Mohamad Chandra Irfan, Mana Putih dan Mana Ajal (Langgam Pustaka, 2017).

[17] Wida Waridah, Risalah Mainan (Basabasi, 2019).

[18] Dadang Ari Murtono, Samaran (Mojok, 2018)

[19] Mufidz At-Thoriq, Batu yang Dililit Ari (Langgam Pustaka, 2016).

[20] Dedy Tri Riyadi, Berlatih Solmisasi (Basabasi, 2017).

[21] Mario F. Lawi, Ekaristi (Plotpoint, 2014).

[22] Afrizal Malna, Abad yang Berlari (1984).

[23] Faisal Kamandobat, Alangkah Tolol Patung Ini (Olongia, 2007).

[24] Sapardi Djoko Damono, Ayat-ayat Api (Gramedia, 2002).

[25] Dea Anugrah, Bakat Menggonggong (Mojok, 2016).

[26] Ahmad Faisal Imron, Maliun Hawa (Komunitas Malaikat, 2007).

[27] Ratna Ayu Budhiarti, Magma (Gambang, 2017).

[28] Binhad Nurrohmat, Bau Betina (2007).

[29] Gunawan Maryanto, Sakuntala (Gramedia, 2018).

[30] Bambang Q Anees, Kitab Maulana (2017).

[31] Lutfi Mardiansyah, Sesaji Senyap (Garudhawaca, 2013).

[32] Wahyu Heriyadi, Bahasa dan Hukum (Kentja Press, 2015).

[33] Eris Risnandar, Sérah (Penerbit Silalatu, 2018).

[34] Ahmad Yulden Erwin, Perawi Rempah (Lampung Literature, 2018).

[35] Ahmad Yulden Erwin, Perawi Tanpa Rumah (Lampung Literature, 2018).

[36] Kiki Sulistyo, Di Ampenan, Apa Lagi yang Kau Cari? (Basabasi, 2017).

[37] Rio Johan, Ibu Susu (KPG, 2017).

[38] Intan Paramaditha, Gentayangan (Gramedia, 2017).

[39] Cecep Hari, Efrosina (Penerbit Buku Sastra Digital, 2002).

[40] M Aan Mansyur, Melihat Api bekerja (Gramedia, 2015).

[41] Joko Pinurbo, Di Celana (Indonesia Tera, 1999).

[42] Yusi Avianto Paraenom, Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi (Banana, 2016).

[43] Dian Hartati, Kelenjar Nira (Frasa Media, 2016).

[44] Acep Zamzam Noor, Di Luar Kata (Pustaka Firdaus, 1996).

[45] Mustofa Bisri, Negeri Daging (Bentang, 2002).

[46] Afrizal Malna, Di Dalam Rahim ibuku Tak Ada Anjing (Bentang, 2002).

[47] Made Wianta, Kitab Suci Digantung Di Pinggir Jalan New York (Bentang, 2003).